Thursday , March 5 2026
Mahasiswa Universitas Pertamina Raih 1st Runner Up PETROFORIA lewat Inovasi Fluida Pengeboran

Mahasiswa Universitas Pertamina Raih 1st Runner-Up PETROFORIA lewat Inovasi Fluida Pengeboran

Tantangan industri energi, khususnya pada sektor minyak dan gas, semakin kompleks seiring dengan kondisi pengeboran yang kian ekstrem. Situasi tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi teknis dari kalangan akademisi, termasuk mahasiswa. Menjawab tantangan tersebut, Tim Kebayoran Fluida dari Universitas Pertamina berhasil meraih prestasi sebagai 1st Runner-Up pada ajang Drilling Fluid Competition PETROFORIA yang diselenggarakan oleh IATMI Student Chapter STT Migas Balikpapan.

Tim Kebayoran Fluida terdiri dari Raditya Demas Pratama, Keira Ananda Qalbunissa Rahim, dan Daffa Alfariza Rahman, mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan angkatan 2022 Universitas Pertamina. Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang untuk merancang solusi fluida pengeboran yang mampu menjawab persoalan nyata yang kerap muncul di lapangan, mulai dari aspek teknis, efisiensi operasi, hingga dampak terhadap lingkungan.

Fokus utama studi kasus yang dianalisis tim adalah kondisi pengeboran dengan tingkat kesulitan tinggi, salah satunya karakteristik High Pressure High Temperature atau HPHT. Kondisi tersebut menggambarkan sumur dengan tekanan dan temperatur sangat tinggi yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan, seperti ketidakstabilan lubang bor, degradasi sifat fluida, hingga meningkatnya risiko kegagalan operasi.

Menanggapi tantangan tersebut, Tim Kebayoran Fluida merancang desain fluida pengeboran yang mampu menjaga kestabilan sumur sekaligus meningkatkan efisiensi proses pengeboran. Selain mempertimbangkan performa teknis, tim juga memasukkan aspek biaya dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dalam perancangan solusi.

Pendekatan yang digunakan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis. Proses dimulai dari pemetaan potensi risiko pada setiap tahapan pengeboran, kemudian dilanjutkan dengan perancangan komposisi fluida pengeboran yang sesuai dengan karakteristik formasi. Tim juga menyusun prosedur operasi yang realistis serta rencana mitigasi apabila terjadi gangguan selama proses pengeboran berlangsung. Pendekatan komprehensif tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan solusi fluida pengeboran yang adaptif terhadap kondisi ekstrem.

Sebagai bentuk inovasi, tim mengembangkan bahan tambahan ramah lingkungan berupa kombinasi partikel berukuran nano dan bahan alami yang dicampurkan ke dalam fluida pengeboran berbasis air. Penggunaan aditif tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan sifat reologi dan termal fluida pada kondisi tekanan serta suhu tinggi, sekaligus menekan potensi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar area pengeboran.

Salah satu anggota tim, Keira Ananda Qalbunissa Rahim, mengungkapkan bahwa kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memahami tantangan industri minyak dan gas secara lebih realistis. Menurutnya, perancangan solusi pengeboran tidak hanya berbicara soal performa teknis, tetapi juga tentang bagaimana mengelola risiko yang ada secara bijak.

“Kami belajar bahwa dalam pengeboran tidak ada solusi yang benar-benar sempurna. Hal terpenting adalah merancang solusi yang paling memungkinkan untuk diterapkan, dengan risiko yang masih dapat dikendalikan, tanpa mengesampingkan aspek biaya dan lingkungan,” ujar Keira.

Prestasi yang diraih Tim Kebayoran Fluida menunjukkan peran aktif mahasiswa Universitas Pertamina dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri energi nasional. Melalui kompetisi semacam PETROFORIA, mahasiswa tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai tantangan riil industri yang kelak akan mereka hadapi secara profesional.