Tips Membacakan Cerita Sebelum Tidur untuk Anak agar Semakin Asyik dan Seru

Tips Membacakan Cerita Sebelum Tidur untuk Anak Agar Semakin Asyik dan Seru

Mendongeng atau membacakan cerita sebelum tidur untuk anak merupakan sesuatu yang jarang dilakukan oleh kebanyakan orang tua zaman sekarang. Selain karena kesibukan, alasan lazim yang umum digunakan para orang tua adalah tidak bisa mendongeng. Bahkan tidak jarang orang tua dengan kemampuan finansial menengah ke atas lebih memilih membelikan buku yang dilengkapi e-pen untuk menggantikan peran orang tua dalam membacakan cerita untuk anaknya.

Salah satu manfaat membacakan cerita pada anak adalah menjalin sekaligus mengeratkan bonding serta mengisi quality time bersama anak. Membacakan dongeng pada anak bisa dilakukan dengan cara sederhana, tanpa membutuhkan kemampuan sekelas pendongen professional.

Tips Membacakan Cerita Sebelum Tidur untuk Anak

Berikut beberapa cara membacakan cerita untuk anak-anak sebelum tidur, agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal, dan acara mendongeng bersama anak menjadi lebih asyik dan seru.

1. Memilih Buku Dongeng yang Sesuai dengan Usia Anak

Pada dasarnya kegiatan membacakan cerita untuk anak, mulai bisa dilakukan sejak bayi. Yang pelu diperhatikan adalah memilih buku yang sesuai dengan jalan cerita sederhana yang banyak mengandung pesan moral sesuai dengan usianya.

Adapun untuk anak batita, sebaiknya Anda pilih buku dengan dominasi gambar dibandingkan tulisan atau cerita. Bisa juga Anda gunakan buku bertekstur, karena dalam usia ini anak cenderung senang meraba untuk meningkatkan kemampuan motoriknya.

Sementara itu, untuk anak usia balita bisa mulai dikenalkan dengan berbagai karakter. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan cerita fabel sederhana atau cerita petualangan sederhana. Pada usia ini masih disarankan Anda gunakan buku dengan dominasi gambar, pada masa ini anak cenderung senang memperhatikaan ekspresi yang muncul pada setiap tokoh. Hal ini pastinya akan bermanfaaat untuk pengembangan emosi mereka dimasa depan.

Biasanya anak akan lebih antusias saat dibacakan dongeng apabila buku yang dibaca adalah pilihan mereka sendiri. Anda bisa mengambil 2 atau 3 buku dari rak kemudian biarkan anak memilih salah satunya untuk dibacakan.

2. Membaca dengan Nyaring & Gunakan Suara yang Berbeda untuk Tiap Karakter

Salah satu manfaat penting membacakan cerita adalah meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat sesuatu. Cara membacakan cerita dengan suara nyaring dan perbedaan suara untuk tiap tokohnya akan menjadikan anak lebih fokus dan dapat lebih mendalami isi cerita.

Perbdaan intonasi dan suara juga dapat menjadikan anak lebih memahami emosi, seperti senang, sedih, marah dan sebagainya. Bagi anak pra sekolah, kegiatan mendongeng ini juga dapat membantu anak lebih mengenal huruf yang akan memudahkan mereka saat tiba waktunya belajar membaca.

Kegiatan membacakan cerita sebelum tidur juga dapat membuat anak tidur lebih cepat. Ketika anak tampak mengantuk Anda dapat mengubah suara menjadi pelan dan datar, di mana dengan suara seperti itu biasanya anak-anak akan lebih cepat tertidur.

3. Melakukan Komunikasi Dua Arah saat Mendongeng

Ketika membacakan cerita, sebaiknya Anda berikan jeda sedikit waktu untuk bertanya kepada anak. Jika anak masih bayi, Anda dapat meminta anak menunjuk suatu objek atau Anda bantu menunjuk objek tertentu dan menyebutkan namanya sembari menirukan suara objek tersebut.

Untuk anak-anak yang lebih besar, Anda bisa menanyakan alur cerita sebelumnya. Hal ini akan semakin merangsang perkembangan ingatan anak. Selain itu, dengan bertanya dan berdiskusi Anda dapat menilai sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita yang Anda bacakan.

4. Gunakan Media Tambahan sebagai Sarana Pendukung Cerita

Untuk poin terakhir ini orang tua sudah sangat dimudahkan, karena saat ini banyak buku dengan aksesori tambahan seperti boneka kertas tokoh ceritanya. Bahkan ada pula buku dengan latar cerita yang dapat timbul atau pop up book sehingga jauh lebih menarik. Jika tidak ada, Anda juga dapat memanfaatkan alat-alat tambahan seperti boneka tangan atau mainan yang dimiliki anak-anak sebagai pendukung cerita.

Jika dilakukan secara rutin, maka dengan sendirinya anak akan menyukai buku dan membaca. Ditambah lagi kedekatan emosional anak dan orangtua akan semakin terjalin dengan erat.