Langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Universitas Pertamina melalui kemitraan dengan Bakrie Center Foundation (BCF). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada 14 April 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Chief Executive Officer Bakrie Center Foundation, Jimmy Muhamad Rifai Gani, BA, MPA, bersama Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama disepakati oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono. Kesepakatan tersebut berlaku selama lima tahun dan mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut menitikberatkan pada peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang lebih aplikatif. Pendekatan yang digunakan mengedepankan experiential learning, sehingga mahasiswa dan dosen dapat terlibat langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat desa.
Program utama yang menjadi tindak lanjut kerja sama tersebut adalah “Intervensi Peningkatan Daya Saing BUMDes melalui Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi”. Program tersebut dirancang untuk menjadikan BUMDes sebagai ruang pembelajaran berbasis praktik sekaligus sebagai objek riset yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa Universitas Pertamina memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan analisis, komunikasi, serta kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan desa. BUMDes yang menjadi mitra juga mendapatkan pendampingan berbasis keilmuan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha.
Selain mahasiswa, alumni turut dilibatkan sebagai fasilitator dalam program pengembangan kapasitas masyarakat yang dijalankan oleh Bakrie Center Foundation. Peran tersebut memberikan ruang bagi alumni untuk berkontribusi secara langsung sekaligus memperkaya pengalaman profesional dalam konteks pemberdayaan masyarakat.
Dari sisi akademik, kerja sama tersebut membuka peluang bagi dosen untuk terlibat dalam riset terapan yang berfokus pada solusi. Penelitian yang dilakukan diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata melalui implementasi di lapangan. Kolaborasi tersebut berpotensi melahirkan inovasi serta kekayaan intelektual yang dimiliki bersama oleh kedua institusi.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyampaikan bahwa kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional. Keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen dalam pengembangan BUMDes dinilai mampu memberikan manfaat langsung sekaligus memperkaya proses pembelajaran.
Kerja sama tersebut juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Sinergi antara dunia akademik dan organisasi non-profit dinilai mampu menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif, karena menggabungkan keunggulan teori dengan pengalaman implementasi di lapangan.
Dalam konteks global, kolaborasi tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya pada aspek kemitraan yang menjadi fondasi utama dalam pembangunan berkelanjutan. Universitas Pertamina dan Bakrie Center Foundation berupaya menghadirkan model kerja sama yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pelaksanaan program yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi yang kuat. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat desa menjadi bagian dari ekosistem yang saling mendukung, sehingga proses pemberdayaan dapat berjalan secara optimal.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus mempercepat pencapaian target SDGs 2030. Upaya tersebut menjadi bukti bahwa kemitraan yang tepat dapat menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.

